Monday, March 23, 2020

Ciri Investasi Orang Biasa dan Kaya, Kamu yang Mana Guys?


Fakta menarik era modern ini adalah semakin banyak yang menyadari pentingnya apa itu investasi untuk mengembangkan dana. Hal ini dibuktikan dengan semakin maraknya talkshow investasi di televisi dan radio, serta banyak media massa yang mengulas tentang investasi. Topik yang diangkat beragam mulai dari jenis investasi hingga cara jitu menjalankan investasi.


Survey di masyarakat menunjukkan bahwa tujuan investasi adalah meningkatkan kekayaan dan mencapai kebebasan finansial di hari tua. Sayangnya, masih banyak yang bingung karena merasa sudah mengikuti berbagai cara berinvestasi namun belum mendapat hasil optimal. Untuk menjawab masalah tersebut, kita dapat belajar investasi dari kisah miliarder sukses dari Amerika, Warren Buffett. Ia dikenal atas kejeniusannya dalam berinvestasi.

Kunci keberhasilan Buffett dalam investasi bukanlah yang selama ini kebanyakan orang jalankan. Mari simak beberapa prinsip Buffett dalam menjalankan investasi!

Walaupun Dunia Makin Rumit, Tetaplah Berpikir Sederhana

Saat ini dunia berkembang sangat pesat terutama dalam bidang teknologi. Hal tersebut menarik perhatian investor hingga mereka menginvestasikan dananya. Namun tidak dengan Buffett, ia justru berinvestasi pada kebutuhan hidup dasar seperti pangan atau energi. Buffett tercatat berinvestasi di perusahaan Coca-Cola, Kraft Heinz, dan Wells Fargo. Ia memiliki pemikiran yang sederhana bahwa kebutuhan pokok tidak pernah mati sedangkan inovasi bahkan belum memiliki konsumen yang jelas.

Kenali Bisnis yang Akan Ditanamkan Modal

Sebelum berinvestasi, Buffett harus mengenali bidang usaha yang akan ditanamkan modal. Ia lebih memilih menanamkan modal pada consumer goods yang lebih ia pahami dibandingkan dengan inovasi yang ia tidak paham betul. Selain itu, Buffett juga perlu mengenal pengelolanya, karena menurutnya karakter pengelola sangat menentukan kegagalan atau kesuksesan investasi yang ia lakukan.

Pahami Betul Nilai Riil Bisnis atau Produk

Buffett sangat ketat menyeleksi usaha atau produk yang jadi sasaran investasinya. Ia harus mengetahui nilai intrinsik bisnis tersebut. Ketika suatu produk mendadak mencuat menjadi primadona, kebanyakan orang akan tergoda untuk menginvestasikan dananya, namun Buffett justru berusaha mencari tahu nilai sesungguhnya dari sasaran investasinya terlebih dahulu. Ia akan berinvestasi apabila nilai riilnya memang tinggi.

Pasar Rentan Terpengaruh Pemberitaan, Buffett Tidak Menghiraukan Headline Berita

Arus informasi yang semakin deras tentang suatu bisnis atau produk di media masa dapat menarik perhatian investor untuk menanamkan modalnya. Namun Buffet justru tidak peduli dengan headline berita yang beredar di media massa, menurutnya antusiasme berlebihan pada produk atau usaha tertentu belum tentu menggambarkan nilai riil yang tinggi.

Pahami Cara Mengukur Kinerja Investasi

Buffett tidak mengharapkan keuntungan dalam waktu cepat. Banyak investor justru tidak berpikir panjang dan mengharapkan keuntungan instan. Jangka waktu investasi minimal Buffettt adalah lima tahun dengan melalui berbagai proses yaitu memilih sektor usaha, mengenal bidang dan manajemen pengelola, memastikan nilai intrinsik, dan memantau kinerja investasi dengan baik. Selain itu, seorang investor harusnya tidak mudah panik jika keadaan memburuk dan tidak mudah tergoda kalau ada saham yang mendadak popular di pasar.

Itulah sederet prinsip Buffettt yang dapat kita terapkan dalam investasi online. Selamat mencoba!

0 comments:

Post a Comment