Monday, November 18, 2019

Mengintip Asal Usul Kawasan Pantai Pangandaran


Pernahkah kamu mengunjungi kawasan Pantai Pangandaran ? pemandangannya yang indah, dan ditemani segarnya air laut tentu sangat memanjakan mata kemanapun anda memandang. Nyatanya pantai indah ini menyimpan sebuah cerita bersejarah, yang layak untuk disimak. Lantas, bagaimana kisah awal mula pantai di Pangandaran ?



Memiliki Penduduk Asli Suku Sunda

Seperti diulas https://www.harapanrakyat.com/ pada lama websitenya, pantai yang menjadi primadona Jawa Barat ini, nyatanya dulu dihuni oleh mayoritas suku Sunda. Setelah para nelayan berdatangan dari daerah lain, mulailah penduduk kawasan ini menjadi heterogen. Hal ini karena para nelayan yang mayoritas berasal dari Jawa Tengah menepi ke Pantai di Pangandaran, dan memutuskan untuk tinggal di tempat ini.

Alasan para nelayan yang berasal dari Jawa Tengah memutuskan untuk bermigrasi adalah, tidak lain karena faktor sumber daya alam yang berlimpah. Disamping itu gelombang ombak pada kawasan Pangandaran cukup landai, sehingga sangat mudah bagi para nelayan untuk menangkap ikan.
Bentuk dari Pantai Pangandaran memang sangat membantu para nelayan, untuk mendapatkan hasil ikan yang berlimpah. Terdapat sebuah tanjung, yang terbentuk akibat adanya daratan yang menjorok kelaut. Tanjung inilah yang dapat menahan gelombang besar, hingga menyebabkan gelombang menjadi landai menuju pantai.

Pada awalnya para nelayan pendatang dari berbagai daerah ini, hanya menjadikan kawasan pantai sebagai tempat bersandar sembari menangkap ikan. Namun karena merasa nyaman dan betah tinggal di daerah pantai, beberapa diantaranya pun enggan pulang ke kampung halaman. Dengan banyaknya nelayan yang datang dan menetap di sini, membuat daerah tersebut menjadi perkampungan nelayan.

Asal Usul Pantai di Pangandaran

Secara harfiah, Pangandaran berasal dari dua buah kata yaitu Pangan dan Daran. Untuk artinya, Pangan berarti makan dan Daran adalah pendatang. Nama Pangandaran memiliki arti sumber makanan bagi para pendatang, hal ini karena melihat dari sejarah nelayan yang berdatangan dan menetap di kawasan ini.

Selain nama Pangandaran, nama Pananjung juga muncul berkaitan dengan lokasi dari Pangandaran. Kata Pananjung adalah sebuah gambaran, yang mengatakan betapa berlimpahnya sumber daya alam di daerah tersebut. Bahkan dalam arti  lain menyebutkan bahwa, kawasan Pantai di Pagandaran ini  diibaratkan sebuah surga bagi siapapun yang tinggal di daerahnya.

Kata Pananjung nyatanya diberikan oleh seorang sesepuh di Pangandaran, kata ini diambil dari bahasa sunda yang bermakna pangananjung-nanjungna atau yang paling subur dan makmur. Nama Pananjung pun pernah digunakan sebagai nama kerajaan, yang berdiri di kawasan pantai.

Kerajaan ini berdiri bersamaan dengan kerajaan Galuh Pangauban, dan berpusat di Putrapinggan sekitar abad 14 Masehi. Kerajaan ini, muncul setelah kerajaan Padjadjaran di Pakuan Bogor.  Pemimpin dari kerajaan Pananjung ini adalah Prabu Anggalarang, menurut cerita beliau masih keturunan Prabu Haur Kuning atau raja pertama kerajaan Galuh Pagauban.

Sayangnya kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Anggalarang ini tidak sempat mengalami puncak kejayaan, hal ini karena mereka hancur akibat peperangan dengan Bajak Laut. Bajak Laut yang tiba di kawasan pantai Pangandaran, memaksa untuk membeli hasil bumi yang dimiliki rakyat. Pihak kerajaan pun tidak menjual hasil buminya, dan membuat para bajak laut marah. Kerajaan yang kalah pun, akhirnya dikendalikan oleh para Bajak Laut.

Dijadikan Taman Konservasi yang Dilindungi

Semakin berjalannya waktu, pada zaman penjajahan tahun 1922 Presiden wilayah Priangan pemerintahan Hindia Belanda mengubah daerah Pananjung menjadi sebuah taman. Saat itu, sang presiden melepas seekor banteng jantan, serta tiga ekor sapi betina di kawasan tersebut. Hewan yang dilepas pun semakin lengkap, dengan pelepasan beberapa ekor rusa .

Dengan pelepasan beberapa hewan tersebut, pada tahun 1934 kawasan ini ditetapkan sebagai suaka alam marga satwa. Pada tahun 1961 kawasan pantai Pangandaran ini kembali diubah menjadi Cagar Alam, setelah ditemukan bunga Raflesia. Hendaknya kita terus menjaga setiap hewan, maupun bunga langka yang ada di tempat ini.

Ketika mengunjungi Pangandaran, salah satu lokasi yang ingin dikunjungi wisatawan adalah kawasan pantainya. Memiliki keindahan alam yang menakjubkan, membuat kawasan pantai ini menjadi objek wisata yang cukup ditonjolkan oleh Pangandaran. Bagi anda yang ingin mengunjungi tempat ini, hendaknya tetap menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan sekitar.

0 comments:

Post a Comment