Monday, September 2, 2019

Tak Ingin Putranya Bersedih Tidak Punya Ibu, Pria Berdandan Layaknya Wanita untuk Rayakan Hari Ibu.

Tidak lagi memiliki ibu, bukan berarti penghalang untuk merayakan hari ibu. Terlebih jika kamu memiliki ayah yang sangat kreatif seperti pria satu ini.

Seorang pengguna Facebook bernama Charan “Ran” Chamnuansok asal Thailand baru-baru ini berhasil menyentuh hati banyak orang dengan sebuah postingan foto yang dia unggah ke akun media sosial.

Dalam foto itu terlihat dirinya mengenakan wig, blus wanita dan make-up ringan. Dan semua itu dia lakukan untuk merayakan upacara Hari Ibu di sekolah mereka.

Sebagai informasi, Hari Ibu di Thailand diadakan pada tanggal 12 Agustus, dan sekolah-sekolah Thailand biasanya mengadakan upacara untuk mereka sebagai tanda penghormatan.

Anak-anak sujud di kaki ibu mereka dan memberi mereka karangan bunga melati segar pada upacara ini.

Namun Charan yang sudah berpisah dengan isrinya 5 tahun lalu, tak ingin mengecewakan anak-anaknya. Dia pun memberikan kejutan pada dua anaknya Name berusia 6 dan Ben-ten berusia 4, pada perayaan hari ibu.

Beberapa hari sebelum upacara, Chamnuansok memposting status Facebook, menanyakan siapa yang bisa meminjamkan wig panjang padanya.

Dan akhirnya dia berhasil mendapatkan wig dari tetangganya dan blus dari neneknya. Chamnuansok kemudian mengambil beberapa foto pakaiannya, mempostingnya di Facebook.

Chamnuansok pergi ke sekolah anak-anaknya dengan semua perlengkapan itu pada hari upacara hari ibu. Dia sangat gembira bahwa anak-anaknya menerima kehadirannya dengan baik.

Dalam keterangan posnya, dia mengatakan bahwa dirinya harus bertanggung jawab dan melakukan semua hal yang dilakukan seorang ibu untuk anak-anak mereka.

Dan postingan ini membuat warganet tersentuh dengan tindakannya, membuktikan bahwa cinta keluarga sangat penting.
“Ran, kamu berubah untuk hal baik. Aku berdoa yang terbaik untukmu dan anak-anakmu,” tulis seorang warganet.


“Aku bahagia, anak-anakmu memiliki ayah yang mau berkorban untuk mereka, atau aku seharusnya menyebut ibu?” tulis yang lain. 


Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Sumber:manaberita

0 comments:

Post a Comment