Wednesday, August 28, 2019

'Tukar Guling' Untuk Geser Ibu Kota, Asset di DKI Dikuasai Swasta?

Bekas Sekretaris Kementerian Tubuh Usaha Punya Negara (BUMN) Said Didu mengutarakan, ada beberapa pola pembiayaan untuk membuat ibu kota baru. Dari beberapa pola, katanya, yang paling mungkin adalah ganti guling asset atau ruislag.



"Jika saya lihat, dengan proposal yang dibuat keliatannya yang ke empat (ruislag).

Ganti guling asset sendiri, jelas Said, bermakna melepas asset punya pemerintah pusat di Jakarta ke swasta. Lalu, swasta menggantinya dengan asset lain di ibu kota baru.

"Diberi swasta, di jual swasta, swasta membangunkan ubah itu," katanya.

Menurut dia, ada efek memakai pola ini. Ucapnya, berkaitan asset tersebut karena asset pemerintah di Jakarta adalah asset bersejarah. Selanjutnya, ada efek dalam realisasinya.

Lebih, cuma dikit orang atau group pengembang yang punyai dana besar. Ongkos perpindahan ibu kota sendiri sampai Rp 466 triliun.

"Itu titik rawannya, kan ada dua tempat. Satu, proses ruislag yang berada di sini, asset yang ada. Ke-2 proses proyeknya, sebab proyeknya ditangani sendiri, tidak melalui lelang," tuturnya.

"Serta yang kemungkinan berlangsung, sebab yang punyai uang triliunan rupiah kita ketahui semua, sedikit orang. Usaha property kan cuma 5 grup, Podomoro, Ciputra, Lippo, Sinarmas. Kan itu saja 4 itu yang besar property triliunan," imbuhnya.

Bila itu berlangsung, ia katakan, asset bersejarah di Jakarta akan dikuasai beberapa konglomerat.

"Jika itu berlangsung karena itu ya, antara mereka itu yang akan mengambilalih semua asset negara yang bersejarah itu," tutup Said. Baca Video "Melihat Pesisir Penajam Disaksikan dari Teluk Balikpapan" [Gambas:Video 20detik] (dna/dna) geser ibu kota ongkos geser ibu kota ibu kota geser ibu kota baru kalimantan timur kalimantan timur penajam panser utara kutai kartanegara

0 comments:

Post a Comment