Tuesday, August 13, 2019

INFO PENTING! Inilah Ciri Ciri Krim Wajah Berbahaya yang Kamu harus Tau!

Krim wajah bisa jadi perawatan yang wajib digunakan bagi kebanyakan wanita. Tapi kalian harus berhati-hati ladies, karena sekarang banyak sekali krim wajah yang mengandung bahan-bahan berbahaya seperti merkuri.Merkuri adalah golongan logam berat. Jadi, sesedikit apapun merkuri yang masuk ke dalam pori-pori akan masuk ke peredaran darah kemudian menjadi racun.



Efek jangan panjang yang ditimbulkan krim berbahaya adalah rusaknya fungsi ginjal dan kanker kulit. Jika sudah mengetahui efek dari krim berbahaya, ada baiknya kita mengenalinya ciri-cirinya demi pencegahan.


Pertama, apa krim kalian bertekstur lengket?

Pada umumnya krim memiliki tekstur yang lembut dan mudah diaplikasikan pada kulit. Krim berbahaya memiliki ciri lain, krim ini terasa lengket dan sulit diratakan pada kulit. Jika dicium akan tercium aroma menyengat. Kadang untuk mengakalinya ada oknum yang memberikan parfum berlebih sehingga baunya menjadi sangat wangi.

Warna yang mencolok

Perhatikan warna pada krim. Krim berbahaya tidak bisa memiliki warna yang natural seperti krim berijin BPOM pada umumnya. Warna yang ia miliki sangat tajam karena menggunakan bahan perwarna tekstil. Krim malam menggunakan warna kuning sedangkan krim pagi menggunakan warna putih mutiara yang terlihat terang berkilau.

Warna kulit jadi pucat

Warna putih pada kulit yang terkontaminasi krim berbahaya akan terlihat putih pucat. Dari pengelupasan yang terjadi terus menerus inilah membuat kulit kehilangan lapisan terluarnya sehingga dalam jangka panjang mengakibatkan kanker kulit.

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Sumber: beautynesia

0 comments:

Post a Comment